Selamat datang di Balai Belajar Masyarakat....

Balai Belajar Masyarakat (BBM) mengajak belajar dan terus belajar.

Sabtu, 14 Januari 2012

Guru Favorit: Membangun Suasana Menyenangkan

Oleh : Akhmad Muhaimin Azzet

Siapa saja pasti akan merasa senang bila berada dalam suasana yang menyenangkan. Orang yang pandai membangun suasana yang menyenangkan dalam sebuah hubungan, juga pasti akan disenangi oleh banyak orang. Demikian pula dengan guru hendaknya pandai membawa membawa suasana yang menyenangkan dalam proses belajar mengajar.
Dalam banyak kesempatan, penulis sering mengamati bahwa ternyata guru favorit atau yang banyak disenangi oleh murid-murid adalah seorang guru yang menyenangkan. Seorang guru yang menyenangkan adalah seseorang yang mempunyai kepribadian sebagai berikut:

Kamis, 05 Januari 2012

Game Online Perusak Moral Anak

Oleh : Eka Wijayanti


Maraknya berbagai game online yang tersebar banyak di dunia maya perlahan namun pasti, nampaknya akan merusak moral anak bangsa. Salah satu yang popular yaitu Point Blank, bukan maksud untuk menyidir atau menyalahkan permainan tersebut, yang saya lihat belakangan ini memang seperti itu

Sebut saja kakak beradik yang bernama andi dan budi ( keduanya bukan nama sebenarnya ) kira kira usia mereka berumur  9 tahun dan 11 tahun. Keisengan mereka yang berawal dari pergi ke warnet, sekedar untuk browsing tugas sekolah kemudian melihat para ‘senior’ mereka bermain game online, setelah beberapa minggu akhirnya mereka mencoba bermain sendiri, hasil dari uang jajan yang di berikan orang tua ketika mereka sekolah, malah di gunakan untuk bermain game selepas pulang sekolah, dari yang awalnya hanya main 1 jam atau 2 jam, lama kelamaan meningkat main paket selama 4 jam.

Senin, 02 Januari 2012

Tayangan Sadis ‘Game On Line’ Pada Anak-anak

Oleh : Sigit Priyadi



Pernahkah Anda membayangkan bahwa anak laki-laki Anda tumbuh menjadi anak laki-laki yang tega menyiksa binatang atau melakukan kekerasan terhadap teman-temannya? Saya bukan seorang ahli kejiwaan. Namun saya merasa was-was setelah melihat tayangan di sebuah arena penyewaan ‘Game Net’ yang mempertontonkan adegan kekerasan secara vulgar. Adegan pembunuhan dalam ‘game’ itu tampak realistic, yang dimainkan oleh beberapa orang anak kecil seumuran murid SD/ SMP.

Darah yang menyiprat ketika belati disabetkan ke tubuh lawan tampak sangat mengerikan dimata saya. Fakta  perasaan ngeri itu saya alami ketika masuk ke sebuah tempat usaha ‘game on line’ di dekat pertigaan jalan Bugisan dan Sugeng Jeroni, Jogja Selatan.

Saya mungkin tergolong kuna karena tidak pernah melihat perkembangan teknologi ‘game’ yang terus tumbuh subur di arena permainan anak-anak perkotaan. Jujur saja, saya bahkan tidak pernah memainkan ‘game’ apapun semenjak era video game mulai muncul saat saya masih SD di tahun 1970-an, dengan teknologi yang sangat sederhana. 

Tampilan jenis permainannya juga sangat terbatas, misalnya: balap mobil formula dua dimensi, ataupun jenis menembak sasaran. Namun ditengah kemajuan dan kecerdasan anak-anak jaman sekarang, kelihatannya dampak negative kekerasan dalam ‘game on line’ harus dipantau dengan seksama. Ditambah lagi, biasanya saat bermain anak-anak juga mengeluarkan ucapan-ucapan yang bernada mengumpat dengan bahasa yang sangat  kasar. Berarti telah terjadi penjungkirbalikan pendidikan karakter yang sedang mulai dihidupkan dalam pengajaran tingkat sekolah dasar.

Apakah tidak ada aturan yang keras dari pihak berwenang guna membatasi usia pemain ‘game’ di tempat-tempat usaha penyewaan ‘game’ di kota-kota besar? Seharusnya anak-anak ( laki-laki ) diberi perlindungan oleh orang tua dan semua kalangan pemerhati pendidikan, termasuk pemerintah daerah, dari pengaruh buruk tayangan sadis ‘game on line’ yang telah menjadi ‘candu’ bagi anak-anak.

Minggu, 01 Januari 2012

2012 : Badai Matahari dan Dunia Tanpa Internet

Oleh : Syukri Muhammad Syukri


Di tengah maraknya isu kiamat yang diramal suku Maya akan terjadi tanggal 21 Desember 2012, sudah cukup meresahkan. Kini berkembang pula analisa tentang kemungkinan terjadinya tsunami Matahari atau disebut juga badai Matahari pada tahun 2012. Isu tersebut makin meresahkan plus merisaukan masyarakat.

Sebagai ummat beragama, tentu semua isu itu sepenuhnya berada dalam kekuasaan Sang Khalik. Kalau Dia berkehendak, maka semuanya dapat terjadi. Sebagai manusia biasa, kita wajib berikhtiar dan belajar. Kita hendaknya tidak berpasrah diri terhadap isu tersebut, tetapi harus mempelajari apa sesungguhnya yang sedang dan akan terjadi di alam semesta ini.

Apa sebenarnya Badai Matahari? Kompasianer juga bingung, karena sangat awam terhadap istilah Badai Matahari. Oleh karena sering diulas di televisi dan media massa, berarti isu ini penting dan bukan khayalan. Kompasianer mencoba mencari informasi itu di situs pencari Google, dan banyak informasi ditemukan. Salah satu sumber informasi menarik adalah yang ditulis Yuni Ikawati di Kompas.com tanggal 26 Nopember 2008.

Sabtu, 31 Desember 2011

Syukuri Setiap Detik Waktumu seperti Tahun Baru

Oleh : Tri Hatmoko



Gegap gempita menyambut pergantian tahun makin meriah saja. Momentum itu seolah menjadi maha penting untuk dirayakan. Berbagai keramaian dirancang dan dibuat sesepektakuler mungkin. Gebyar nyala kembang api dan tiupan terompet seolah menjadi iringan yang wajib ada. Setiap orang seolah tak boleh berdiam tanpa acara yang bermakna. Bumbu – bumbu mistis menjadi penyedap pembenaran.

Apakah pergantian tahun memang sepenting itu dan harus disambut dengan kemeriahan yang demikian? Adakah yang memang sungguh berbeda di titik waktu pergantian tahun dengan waktu – waktu lainnya? Mungkinkah ini hanya sepotong waktu yang sengaja dipropagandakan demi keuntungan ekonomi?

Kamis, 08 Desember 2011

Pengaruh Televisi pada Pendidikan Anak


Ada hal yang sangat menggelisahkan saat menyaksikan tayangan-tayangan televisi. Hampir semua stasiun televisi, banyak menayangkan program acara (terutama sinetron) yang mengandung unsur kekerasan (sadisme), pornografi, mistik, dan kemewahan (hedonisme). Tayangan-tayangan tersebut terus berlomba demi rating tanpa memperhatikan dampak bagi pemirsanya. Kegelisahan itu semakin bertambah karena tayangan-tayangan tersebut dengan mudah bisa dikonsumsi oleh anak-anak.

Yayasan Kesejahteraan Indonesia mencatat bahwa rata-rata anak usia sekolah dasar menonton televisi antara 30 sampai 35 jam setiap minggu. Artinya, pada hari-hari biasa, mereka menonton tayangan televisi lebih dari 4 hingga 5 jam dalam sehari. Sementara itu di hari Minggu bisa mencapai 7 hingga 8 jam. Jika rata-rata menonton televisi 4 jam dalam sehari, berarti setahun sekitar 1.400 jam atau 1.800 jam, sampai seorang anak lulus SLTA. Padahal waktu yang dilewatkan anak-anak mulai dari TK sampai SLTA hanya 13.000 jam. Hal ini berarti anak-anak meluangkan lebih banyak waktu untuk menonton televisi dari pada ntuk kegiatan apapun, kecuali tidur.

Jumat, 02 Desember 2011

PERAN AKTIF OTAK DALAM MENJADIKAN ANAK KRITIS,KREATIF DAN PROBLEM SOLVER

Oleh : Atandira Suainingrum


Seiring dengan perkembangan zaman terutama dalam pendidikan saat ini, lembaga pendidikan harus mampu mengupayakan suatu program yang sesuai dengan perkembangan anak, situasi, kondisi, dan kebutuhan peserta didik. Memang kita akui saat ini lembaga-lembaga pendidikan sudah mengembangkan sistem pendidikan yang berorientasi pada bagaimana peserta didik dapat berfikir kreatif dan kritis sehingga mampu menemukan sendiri pengetahuan-pengetahuan baru. Tidak mudah untuk membangun anak menjadi manusia kritis, kreatif dan problem solver maka diperlukan suatu pembaharuan strategi, metode, dan teknik pembelajaran.
Mengacu pada Teori hemisphere, yakni teori yang menjelaskan tentang belahan otak kanan dan belahan otak kiri. Teori belahan otak kanan adalah belahan otak yang berfungsi dalam hal berkreativitas sedangkan belahan otak kiri berperan dalam kegiatan motorik (motor sequence) yaitu berhubungan dengan logika, analisa, bahasa, rangkaian dan matematika. Otak merupakan organ tubuh manusia yang paling kompleks, akibatnya dalam pengajaran dan pembelajaran kini dapat menggunakan pendekatan dengan cara yang disejajarkan dengan bagaimana otak belajar secara alamiah. Karena kedua belahan otak penting, maka orang memanfaatkan kedua belahan otak ini secara seimbang. Salah satu cara untuk menyeimbangkan cara kerja belahan otak kanan dan belahan otak kiri yaitu kita dapat menggunakan musik dalam melakukan aktifitas berpikir, serta berolahraga secara teratur. Intektual merupakan kemampuan untuk memperoleh berbagai informasi dan menerapkanya.